KNPI Minta Pemerintah Aceh Kurangi Angka Pengangguran


KNPIACEH.org | Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh meminta Pemerintah provinsi itu agar melakukan berbagai program untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah tersebut.

"Tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi yang tak sebanding penyediaan lapangan kerja menempatkan Aceh dalam kondisi 'darurat' pengangguran, dan angka kemiskinan juga masih tinggi," kata Wakil Ketua DPD KNPI Aceh Samsul Ibrahim di Banda Aceh, Selasa [09/09].

Jika kedua masalah tersebut tidak segera diatasi maka dikhawatirkan kondisi itu akan memperluas ruang kesenjangan sosial di Aceh dan dapat memicu beragam aksi kriminalitas serta konflik horizontal lainnya, kata dia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Samsul menjelaskan jumlah penduduk miskin di Aceh pada Maret 2014 mencapai 881.000 jiwa.
"Namun angka tersebut bisa jadi lebih besar dari perhitungan yang ada bila indikator-indikator lainnya juga dihitung. Misalnya dengan menghitung remaja dan pemuda putus sekolah dan masih bergantung pada orangtuanya. Termasuk pula kontribusi para alumnus perguruan tinggi," kata dia.

Wakil Ketua DPD KNPI Aceh itu memperkirakan hampir 15 ribu eks mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Aceh yang belum memiliki pekerjaan tetap. "Kalau kurang lebih dari 5 juta jiwa masyarakat Aceh terdapat setidak-tidaknya 3,3 juta jiwa penduduk usia produktif, maka dengan segala probabilitas kesalahan perhitungan, bukan tak mungkin angka kemiskinan di Aceh berada diambang 30 persen," kata Samsul menjelaskan.

Seharusnya, ia mengatakan Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Zaini Abdullah (gubernur) dan Muzakir Manaf (wagub) dapat menekan angka kemiskinan dan pengangguran berkisar antara 15 sampai 18 persen.

"Namun kenyataannya, apa yang terjadi itu tentunya bukanlah gambaran yang bagus di tengah-tengah meningkatnya APBA setiap tahunnya. Namun realisasi seperti APBA 2014 masih jauh dari yang diharapkan. Implementasi anggaran tersebut ditengarai sarat masalah dan tidak diperuntukkan secara tepat guna," kata dia.

Seharusnya, Samsul B Ibrahim mengatakan Pemerintah Aceh memprioritaskan sektor-sektor yang dapat memicu pertumbuhan lapangan pekerjaan, misalnya di sektor pertanian dan perkebunan.


"Dua sektor tersebut tidak mendapatkan kompensasi yang memadai, seperti optimalisasi lahan-lahan tidur belum dilakukan oleh pemerintah. Harusnya, masyarakat digembleng untuk menggarap lahan tidur dengan pemberian bibit, pupuk, dan penyediaan peralatan pertanian dan perkebunan secara cuma-cuma," kata Samsul. (beritasore.com | ant )
Share on Google Plus

About KNPI ACEH

Dikelola oleh Staf Sekretariat DPD KNPI Aceh | Alamat : Jl. T Hasan Dek No.166 Jambo Tape Banda Aceh | Email : dpdknpiaceh@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar