KNPIACEH.org | Wali
Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar mengharapkan pemuda
Aceh kususnya yang bergabung bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
Aceh untuk memberikan pemikiran-pemikiran berlian untuk membangun Aceh kearah
yang lebih baik, seperti halnya negara-negara maju lainnya. Hal ini disampaikan
Wali Nanggroe saat KNPI Aceh bersilaturrahim dengannya di ruang kerja Wali, Jum’at,
(12/2/2014).
Wali
Nanggroe Aceh, menyambut baik kehadiran KNPI Aceh yang bersilaturrahim keruang
kerjanya, bahkan wali berdiskusi dengan pemuda Aceh yang bergabung dengan KNPI mulai
dari jam 10.00 WIB sampai menjelang shalat Jum’at, setelah berdiskusi wali
mengajak pemuda untuk turut bersama-sama melaksanakan shalat Jum’at bersamanya
di Masjid Al-Badar depan Kantor Gubernur Aceh, setelah shalat Jum’at, KNPI Aceh
mengajak Wali Nanggroe untuk makan siang
bersama di Rumah Makan Tringgadeng, setelah makan siang Wali juga masih sangat
serius berdiskusi bersama KNPI tentang konsep pembangunan Aceh kearah yang
lebih baik.
“Singapur
tidak punya apa-apa, negaranyapun sangat kecil, tapi kenapa negara mereka
sangat maju, itu karena manajemen serta konsep
pembangunan mereka sangat bagus. Sedangkan daerah kita, kekayaan alam melimpah,
secara geografis letak daerah kita sangat strategis berada di pintu gerbang sebelah
barat jalur perdagangan selat malaka, sekarang tinggal bagaimana cara kita
mengurus potensi yang ada sehingga Aceh menjadi sebuah daerah yang makmur dan
adil”. Ujar Wali Nanggroe.
“Singapur
sudah menguasai pintu jalur perdangan selat malaka sebelah timur, kenapa tidak
kita juga harus menguasai pintu jalur perdagangan selat malaka sebelah barat”.
Ujarnya lagi.
Sebelumnya
Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin M. Jamil, yang ditemani oleh Sekretaris, Nurchalis,
Bendahara, Irfannusir serta belasan pengurus lainnya, menyampaikan dihadapan
Wali Nanggroe, selama ini KNPI terus berkerja untuk kemajuan Aceh dalam segala
bidang, terutama sekali menyangkut masalah pengurangan angka pengangguran di
kalangan Pemuda dan juga pemberantasan narkoba.
“KNPI
mendorong pemerintah supaya mencari investor untuk membuka pabrik-pabrik di
Aceh, seperti pabrik minyak, bijih besi, serta pabrik-pabrik lainnya, supaya
dapat mengurangi angka pengangguran Aceh, salah satu penyebab banyaknya pemuda
terlibat narkoba, karena tingginya angka pengangguran”. Ujar Jamaluddin.
“Kami
selaku pemuda Aceh, siap membantu pemerintah selama itu menguntungkan rakyat
dan kami juga akan selalu membirikan pemikiran-pemikiran cemerlang untuk
kemajuan Aceh yang kita cintai ini”. Tegas Jamaluddin. [Yusri Razali]

0 komentar:
Posting Komentar