KNPIACEH.org | Informasi terjadinya kerusakan Jalan Nasional Banda
Aceh-Meulaboh di Gunung Paro, Kulu, dan Geurutee akibat longsor, amblas, dan
tumbangan pohon yang mengakibatkan lumpuhnya transportasi dari dan ke wilayah
barat selatan Aceh sempat menggusarkan banyak pihak.
Ketua DPD I Komite Nasional Pemuda
Indonesia (KNPI) Aceh, Jamaluddin ST, bersama unsur pengurusnya, Senin kemarin
menelusuri rentangan jalan di ketiga gunung tersebut. Berdasarkan pengamatan
Jamaluddin, kerusakan yang terjadi pada badan jalan di ketiga gunung tersebut
tidak separah yang dibayangkan.
“Kalau bicara longsor dan amblas
memang itu problem yang kita hadapi. Persoalannya dinas teknis kita tidak sigap
dan cekatan menangani ketika longsor dan amblas terjadi. Seperti permasalahan
yang terjadi di Gunung Paro, Kulu, dan Geurutee. Sejauh pemantauan saya,
permasalahannya cukup diselesaikan dengan chainsaw atau beberapa alat berat,
tetapi terkesan diberat-beratkan,” kata Jamaluddin didampingi rekannya,
Abdurrauf ST saat memberikan tanggapan kepada Serambi, di sela-sela memantau
kondisi ruas pegunungan yang sudah bisa dilintasi itu.
Jamaluddin yang juga Ketua Ikatan
Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Aceh melaporkan, sejak Senin sore hingga
malam harinya persoalan di Gunung Kulu, Paro, dan Geurutee sudah tertangani dan
kendaraan sudah bisa melintas. “Ternyata persoalannya tak seperti dibayangkan.
Seperti bongkahan batu yang jatuh ke badan jalan di Km 64 Gunung Geurutee,
tinggal geser dengan ekskavator, selesai,” demikian Jamaluddin. [serambinews.com]


0 komentar:
Posting Komentar