KNPIACEH.org | Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengemukakan, tingkat prevalensi penyakit katarak daerah Aceh mencapai 3,7 persen. Hal tersebut mengacu pada data kesehatan RI yang sangat mengkhawatirkan.
“Oleh
sebab itu, kita mencoba langsung turun ke masyarakat untuk melakukan
pengobatan bagi penderita katarak ,” ujar dr. H. Zaini Abdullah saat membuka
kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak di Rumah Sakit Umum Daerah Kota
Subulussalam, Sabtu, 29 Maret 2014.
Zaini
Abdullah berharap melalui kegiatan ini, gangguan penyakit katarak yang dialami
masyarakat Aceh dapat diminimalisir. Sehingga, kata dia, para penderita katarak
kembali dapat menjalankan kegiatannya sehari-hari dengan baik.
Ia
menambahkan sebagaimana kata pepatah mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Pepatah ini, kata Doto Zaini, hendaknya menjadi pedoman bagi masyarakat Aceh
agar peduli menjaga kesehatan.
“Pemerintah
Aceh memang telah menyediakan fasilitas biaya pengobatan gratis. Namun ada
baiknya kesadaran menjaga kesehatan terus ditingkatkan termasuk dalam menjaga
kesehatan mata,” ujarnya.
Menurut
Doto Zaini, katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan adanya kabut
pada lensa mata.
“Banyak
faktor yang menyebabkan munculnya penyakit ini. Misalnya karena sinar
ultraviolet yang berlebihan atau bisa pula karena faktor kurang gizi dan
lingkungan yang kotor,” kata Gubernur.
Penyakit
ini, urainya lagi, muncul perlahan-lahan sehingga banyak penderita yang tidak
sadar kalau ia mengalami katarak. Sebagian besar pasien baru menyadari setelah
setelah penyakit ini memasuki stadium kritis.
“Masyarakat
kita kurang peduli menjaga kesehatan mata. Akibatnya, angka kebutaan di
Indonesia cukup tinggi dan sebagian besar dari kebutaan itu dialami masyarakat
usia di atas 50 tahun. Jenis kebutaan yang paling tinggi adalah kebutaan yang
disebabkan penyakit katarak,” katanya.
Dalam
kesempatan itu, Gubernur Zaini juga kembali mengingatkan masyarakat agar
menjaga perdamaian di Aceh demi terwujudnya Aceh damai, tentram dan sejahtera
dan tidak terprovokasi oleh isu-isu dihembus oleh pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab.
Didampingi
rombongan, Gubernur juga meninjau langsung pasien yang akan dioperasi dan yang
sedang di operasi di ruangan operasi RSUD Kota Subulussalam.
Sementara,
Ketua penggerak PKK Aceh Hj. Niazah A Hamid menjelaskan, bakti sosial yang
berlangsung selama dua hari ini melibatkan sejumlah dokter ahli mata. Dokter
spesialis tersebut akan melakukan operasi terhadap 126 pasien yang berasal dari
dua Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam.
“Tentu,
kegiatan ini dmaksudkan untuk meringankan beban masyarakat Aceh yang mengalami
gangguan katarak,” kata Ummi Niazah.
Selain Wali
Kota beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Subulussalam dan
pejabat SKPD, acara ini juga dihadiri Ketua IDI Aceh dr. Fahcrul Jamal,
Pengurus LSM Putroe Aceh, istri Ketua DPRA, Kadis Kesehatan Aceh dr. Taqwallah.
Turut hadir Pengurus Persatuan Dokter Mata Indonesia- Aceh, para Pejabat SKPA,
Ketua dan pengurus Tim Penggerak PKK Kota Subulussalam. (Atjehpost.com)

0 komentar:
Posting Komentar