JAKARTA - Narkoba merupakan ancaman yang terus menghantui kawula muda di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di Tanah Air, sebesar 22 persen pengguna adalah remaja dan angka tersebut terus bertambah.
Pendapat tersebut disampaikan Menteri Pemuda
dan Olahraga (Menpora) KRMT Roy Suryo Notodiprojo saat menjadi keynote speaker
dalam sosialisasi anti narkoba dan pentingnya bela negara di Universitas Negeri
Yogyakarta (UNY). Menurut Roy, jika persoalan remaja pengguna narkoba tidak
segera ditangani, maka jumlah tersebut akan mencapai angka 5 juta pengguna di
tahun depan.
"Data menunjukkan, pada 2012 terdapat 3,6
juta pengguna dan 2013 ada 3,8 juta pengguna. Apabila tidak ditangkal, pada
2015 diprediksi ada sekitar 5 juta pengguna narkoba di Indonesia," tutur
Roy, seperti dinukil dari laman UNY, Minggu (30/3/2014).
Dia menyebut, cukup dua kata untuk menghadapi
korban narkoba, yaitu jangan abai dan jangan lebay. Apabila penderita narkoba
dikucilkan, lanjutnya, mereka tidak akan mempunyai teman. Maka sebagai
pelarian, mereka akan berteman dengan narkotika, alat hisap, jarum suntik, dan
sebagainya.
“Jangan abaikan dan jangan kucilkan penderita
narkoba. Jangan sia-siakan usia dan hari depan karena masa depan ada di tangan
para generasi muda itu sendiri," imbuhnya.
Sementara itu, Rektor UNY Rochmat Wahab
memberikan dukungan positif atas kegiatan besutan Kementerian Pemuda dan
Olahraga (Kemenpora), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Solidaritas Istri
Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) itu. Dengan demikian, baik para mahasiswa
maupun pelajar yang hadir semakin memahami bahaya narkoba dan cara bagi mereka
untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan P4GN, yakni Pencegahan Pemberantasan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
"Adalah tanggung jawab sebagai warganegara
yang religius untuk melakukan bela negara melalui bidang keahliannya. Generasi
muda perlu berpartisipasi aktif untuk menjadikan Indonesia bebas narkoba,”
tutup Rochmat. (mrg)
(Sumber :kampus.okezone.com)

0 komentar:
Posting Komentar