
KLIKKABAR.COM, PIDIE – Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-88, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie mengadakan Training of Trainer (TOT) Tahsin Tilawah Al-Quran, yang diisi oleh Tim Tahsin Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, di Sigli pada Sabtu dan Ahad 5 – 6 November 2016.
Kegiatan ini dimotori oleh KNPI sendiri, bekerjasama dengan IKAT Aceh dan Gerakan Pemuda Nahdhatul Ulama, GP Ansor Aceh. Minggu, 6 Bovember 2016. Ketua KNPI Pidie Zukhri Maulidinsyah Adan saat mebuka acara pada Sabtu kemarin mengatakan, KNPI sangat mengapresiasi adanya kegiatan TOT dari IKAT Aceh ini.
Dalam sambutannya itu, Zukhri menjelaskan, “Walau pesertanya hanya diberi kesempatan pada 20 orang untuk mengikuti ToT ini, tapi ini adalah para peserta pilihan dan setelah hasil seleksi yang ketat. Ada di antaranya ketua Korda PII Wati Perguruan Tinggi, ada Ketua Kohati (Korp HMI Wati), Aktivis Mahasiswa Peduli Qur’an, ada yang kami pilih dari dayah yang sudah mampu baca kitab kuning, dan sebagainya,” ujar Zukhri.
DPD KNPI Pidie berharap kedepan pelaksanan kegiatan yang berkonsentrasi kepada pengajaran dan pelatihan Tahsin Al-Quran dapat lebih sering dilaksanakan untuk memberi pengetahuan yang baik dan benar dalam hal cara membaca Al-Quran dan pelajaran ilmu tajwid.
Terkait pelatihan tajwid ini, ketua IKAT Aceh Tgk.H. M. Fadhil, Lc. mengatakan, “Alhamdulillah Tim Tahsin IKAT sudah berpengalaman mengisi pelatihan tajwid dengan Metode Awsat sejak 2013, yaitu program 2 hari, 8 pertemuan, 15 jam. Sebuah pendalaman ilmu tajwid bagi para guru Al-Quran, yang disarikan dari kitab Matan Muqaddimah Jazariyah dan kitab Matan Tuhfatul Athfal. Dan IKAT punya modul sendiri sebagai panduan bagi para peserta,” ujarnya.
Tgk. H. M.Fadhil, Lc. juga menyatakan Tim Tahsin IKAT siap mengisi pelatihan-pelatihan seperti ini di seluruh kabupaten/kota di Aceh.
“Alhamdulillah Sigli sudah ada kerjasama dengan KNPI. Kerjasama juga sudah kita bangun dengan berbagai pihak, sehingga insyaAllah kedepan akan kita gelar pelatihan Metode Awsat ini di Aceh Timur dan Aceh Tenggara,” jelas Fadhil.
Ketua IKAT ini menambahkan, “Jika ada daerah lain yang membutuhkan, insya Allah IKAT siap mengirim para trainter dari Tim Tahsin IKAT yang jumlahnya 20 orang. Merupakan kewajiban kita untuk membuat seluruh masyarakat Aceh cinta Al-Quran melalui program-program pelatihan seperti ini,” sebutnya.[]
0 komentar:
Posting Komentar