BANDA ACEH - DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh menyantuni sekitar 45 anak yatim dari Banda Aceh. Santunan itu diberikan saat acara buka puasa bersama pengurus KNPI Aceh di Gedung Amel Convension Hall, Banda Aceh, Sabtu (18/6/2016).
Dalam kegiatan itu, hadir Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Wali Nanggroe, Malek Mahmud Al Haitar, para ketua partai politik, serta tokoh-tokoh dan pengurus organisasi kepemudaaan (Okp).
Ketua DPD KNPI Aceh, H. Jamaluddin ST dalam sambutan mengajak semua pihak untuk lebih peka dengan persoalan sosial yang saat ini dihadapi masyarakat Aceh, terlebih pada bulan Ramadhan ini. Ia juga mengajak semua untuk meningkatkan perhatian kepada pemuda Aceh di mana saat ini banyak pemuda tidak berdaya untuk bisa bekerja karena mayoritas pemuda yang ada di gampong-gampong tidak memiliki ketrampilan.
“Disisi lain sejumlah pemuda saat ini sedang galau dengan narkoba baik sebagai pemakai maupun sebagai pengedar. Ini sangat miris dengan Aceh yang sedang menjalankan syariat Islam,” katanya.
Jamal juga mendorong upaya pemerintah lebih selektif lagi dalam hal investasi dana rakyat, supaya lebih tepat sasaran. Sebab selama ini masih banyak pengangguran dan kemiskinan.
Untuk tumbuhnya dunia usaha di Aceh, KNPI mendorong pihak perbankan dan pemerintah lebih fokus dalam membidani lahir UMKM supaya suburnya dunia usaha di Aceh dan terciptanya lapangan pekerjaan.
“Kami setuju jika masyarakat tidak boleh buta terhadap politik tapi kalau setiap hari kita disuguhi politik kami khawatir generasi Aceh ke depan tidak ada yang asupi nutrisi wirausaha sehingga sulit tumbuhnya ekonomi di Aceh. Malah kita khawatir tumbuhnya politik busuk di Aceh,” ungkapnya. []
harian Serambi Indonesia, Senin 20 Juni 2016

0 komentar:
Posting Komentar