![]() |
| Pertemuan Para Pengurus KNPI Aceh dan Ketua KNPI Kab/Kota se-Aceh dengan Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah di Pendopo, Rabu (19/01/2016) |
Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyatakan hanya mengakui kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh di bawah pimpinan H Jamaluddin ST dan Nurchalis SP MAgr. Pengakuan itu disampaikan seiring munculnya organisasi kepemudaan baru bernama Perkumpulan KNPI Pemuda Indonesia Aceh.
Pernyatan tersebut disampaikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh secara terpisah ketika pengurus DPD KNPI Aceh bersama 23 Ketua KNPI Kabupaten/Kota beraudiensi ke kediaman keduanya, Rabu (20/1/2016). Pertemuan dengan Zaini berlangsung di Meuligo Aceh, sedangkan dengan Mualem di Kantor Pemenangan Mualem sebagai Gubernur Aceh, Lampriet, Banda Aceh.
“Yang penting kita harus bersabar menghadapi segala cobaan ini dan terus bekerja dengan tenang menurut prosedur. Kalau ada masalah hukum biar diseleikan oleh penegak hukum. Saya harap agar (persoalan ini) diselesaikan sebaik mungkin, konflik Aceh saja bisa diselesaikan kenapa masalah kecil tidak bisa diselesaikan,” kata Zaini Abdullah.
Dia mengungkapkan bahwa pembangunan Aceh ada di pundak pemuda. Karena itu, dia berharap para pemuda Aceh dapat bersatu dalam membantu pemerintah. “Segala sesuatu tergantung dipundak saudara semua, akan dibawa ke mana Aceh ini. Ini harus bisa di pikir dengan matang,” tambahnya.
Wagub Mualem juga mendorong agar KNPI Aceh di bawah kepengurusan Jamaluddin-Nurchalis untuk terus maju dan berbuat untuk Aceh. Terkait munculnya dinamika di tubuh organisasi kepemudaan, Mualem meminta agar pengurus KNPI se-Aceh tetap bersatu dan kompak di bawah kepengurusan KNPI hasil Kongres Papua.
“Organisasi ini ibarat pohon yang tumbuh tinggi, semakin tinggi maka semakin banyak diterpa angin. Karena itu, kebersamaan harus diutamakan. Jangan adanya kebersamaan tanpa sehaluan sehingga susah untuk membangun. Tapi kalau sudah kompak, apa yang kita perjuangkan akan tercapai,” ungkap Mualem.
Sementara Ketua DPD KNPI Aceh, Jamaluddin juga menyampaikan bahwa pengakuan yang sama juga disampaikan oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi. Karena itu dia berharap Pemerintah Aceh melalui Badan Kesabangpol dan Linmas Aceh dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bersikap terhadap keberadaan organisasi itu.
“Organisasi tersebut telah menggunakan logo dan alamat kantor DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, Jalan Tgk Hasan Dek, Nomor 166, Jambo Tape, Banda Aceh,” sebut Jamaludin.
Selama ini disebutkan Jamaluddin, KNPI Aceh bersama kabupaten/kota telah banyak melahirkan pemuda kreatif melalui berbagai pelatihan yang dilakukan. Bahkan, saat ini KNPI Aceh telah memiliki 100 lebih usaha binaan yang tersebar disetiap kecamatan[]
Sumber: Harian Serambi Indonesia, Kamis 21 Januari 2016

0 komentar:
Posting Komentar