BANDA ACEH – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, Jamaluddin, mengatakan dana otonomi khusus Aceh belum memiliki blue print hingga saat ini.
“Setahu saya Aceh belum ada blue print daripada pemanfaatan dana otsus,” kata Jamaluddin kepada portalsatu.com, di Banda Aceh, Selasa, 4 Agustus 2015.
Ia mengkhawatirkan pembangunan Aceh tidak akan kelihatan apabila Pemerintah Aceh tidak melakukan perencanaan yang matang.
“Hakikat dana otsus adalah kesejahteraan masyarakat Aceh, menuju Aceh sejahtera dan bermartabat,” ujar Jamaluddin.
Menurutnya Pemerintah Aceh masih mempunyai waktu untuk melakukan perubahan. “Kalau seperti ini, kita belum meninggalkan apa-apa untuk masa depan Aceh, dan masih ada waktu untuk berbuat,” ujarnya.
Ia juga mengkritisi kebijakan Pemerintah Aceh yang belum berdampak positif untuk rakyat Aceh.
“Cukup sudah setelah petani kita menanam padi, palawija dan lain-lain, tapi gagal panen, belum lagi harga paska panen yang tidak memihak masyarakat. Ini adalah tanggung jawab Pemerintah Aceh,” ujar Jamaluddin.[](bna) SUMBER
“Setahu saya Aceh belum ada blue print daripada pemanfaatan dana otsus,” kata Jamaluddin kepada portalsatu.com, di Banda Aceh, Selasa, 4 Agustus 2015.
Ia mengkhawatirkan pembangunan Aceh tidak akan kelihatan apabila Pemerintah Aceh tidak melakukan perencanaan yang matang.
“Hakikat dana otsus adalah kesejahteraan masyarakat Aceh, menuju Aceh sejahtera dan bermartabat,” ujar Jamaluddin.
Menurutnya Pemerintah Aceh masih mempunyai waktu untuk melakukan perubahan. “Kalau seperti ini, kita belum meninggalkan apa-apa untuk masa depan Aceh, dan masih ada waktu untuk berbuat,” ujarnya.
Ia juga mengkritisi kebijakan Pemerintah Aceh yang belum berdampak positif untuk rakyat Aceh.
“Cukup sudah setelah petani kita menanam padi, palawija dan lain-lain, tapi gagal panen, belum lagi harga paska panen yang tidak memihak masyarakat. Ini adalah tanggung jawab Pemerintah Aceh,” ujar Jamaluddin.[](bna) SUMBER

0 komentar:
Posting Komentar