Mahasiswa Aceh Gelar Peringatan 10 Tahun Tsunami di Universiti Kebangsaan Malaysia


KNPIACEH.org | Peristiwa tsunami 26 Desember 2014 memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Aceh. Disatu sisi peristiwa tersebut dianggap sebagai musibah besar karena menelan korban jiwa dan harta benda yang begitu besar, namun disisi lain peristiwa tersebut juga membawa hikmah tersendiri karena pasca tsunami masyarakat Aceh dapat kembali menghirup udara damai setelah sekian lama terkungkung dalam konflik bersenjata. Oleh sebab itu, memperingati peristiwa tersebut telah menjadi tradisi baru bagi rakyat Aceh dimanapun berada, tidak terkecuali oleh masyarakat Aceh perantauan di Malaysia.

Pelajar Aceh yang tergabung dalam Badan Kebajikan Pendidikan Mahasiswa Aceh (Bakadma) bersama Ikatan Alumni UKM Chapter Aceh, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti Kebangsaan Malaysia dan Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (BP KNPI) di Malaysia dengan didukung Komuniti Acheh-Malaysia akan menggelar berbagai rangkaian kegiatan untuk memperingati satu dekade atau sepuluh tahun tsunami Aceh yang akan dipusatkan di kampus Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Bangi, Selangor, Malaysia.

Menurut Ketua Umum Bakadma, Faizar Abdurrahman, peringatan tsunami merupakan agenda rutin Bakadma sejak tahun 2005. Bentuk acara peringatan bermacam-macam tergantung kreatifitas dan sumberdaya panitia. Namun substansinya adalah mengenang dan melakukan doa bersama untuk para syuhada tsunami. Mengingat momen kali ini merupakan momen istimewa yaitu 10 tahun maka kita berharap acara kali ini lebih besar dari sebelumnya. Untuk itu kamipun turut melibatkan beberapa organisasi paguyuban yang lain dalam satu kepanitiaan bersama.

Muhammad Yasar yang terpilih sebagai ketua panitia pelaksana bersama menjelaskan bahwa kegiatan yang dimotorinya ini terdiri dari beberapa agenda, diantaranya : zikir dan doa bersama, kuliah umum, diskusi panel, pertemuan pemuda Aceh dengan pemuda Malaysia, pertunjukan seni budaya Aceh, pameran dan lomba poster penelitian tsunami, serta donor darah.

Zikir dan doa bersama nantinya akan dipimpin oleh Tgk. Muhammad Yusuf dari Aceh. Kuliah umum akan menghadirkan keynote speaker Bapak Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Agraria dan Tata Ruang RI dan Dato' Seri Tengku Adnan Mansor, Menteri Wilayah Persekutuan Malaysia. Kedua menteri berdarah Aceh ini telah dikonfirmasi kehadirannya oleh panitia.

Selain mempertemukan dua pemimpin kementerian dari dua negara ini, panitia juga mempertemuan dua pemimpin kepemudaan yaitu Presiden Majlis Belia Malaysia, Mohamed  Maliki dan Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin M.Jamil. Menurut Yasar yang juga pengurus BP KNPI Malaysia, pertemuan pemuda ini sangat penting untuk membina hubungan yang lebih baik di masa depan khususnya antara Aceh dan Malaysia karena pemuda hari ini merupakan pemimpin masa di depan. Kita berharap bertemunya para pemimpin belia (baca: pemuda) beserta para jajarannya ini akan terus memperkokoh hubungan antara Indonesia dengan Malaysia. Apalagi dalam kontek ke-Aceh-an, Malaysia memiliki peranan yang cukup penting dalam membantu pembangunan Aceh pasca tsunami.

Panitia melalui kerjasama dengan Pusat Pembangunan Mahasiswa dan Perhubungan Alumni (PPMPA) Universiti Kebangsaan Malaysia, Institut Kajian Malaysia dan Antarabangsa (IKMAS) UKM, dan Atase Pendidikan Kedutaan RI Kuala Lumpur juga akan menggelar lomba poster hasil penelitian yang bertemakan tsunami Aceh dengan total hadiah RM. 1000 plus sertifikat bagi seluruh peserta. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk menghimpun dan menyampaikan informasi terkait tsunami Aceh sebagai lesson learn bagi penanganan bencana tsunami khususnya di Asia Tenggara.

Sesi diskusi panel akan menghadirkan para pakar yang terlibat langsung dengan tsunami dan penanganan rehab rekon paska bencana seperti Panglima Laot dari aspek kearifan lokal, Pimpinan Perguruan Tinggi dari aspek pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Aceh dari aspek teknis, dan Komuniti Aceh di Malaysia untuk melihat peranan dan kehidupan masyarakat migran Aceh di Malaysia.


Ketua Ikatan Alumni UKM chapter Aceh, Dr. Teuku Erwansyah beserta jajaran kepengurusannya juga hadir di acara tersebut untuk mengulas peranan UKM dan Alumninya dalam bencana dan pembangunan pasca tsunami di Aceh. Acara yang turut mengundang seluruh masyarakat dan pelajar Indonesia  termasuk undangan khusus dari Aceh ini akan dibuka langsung oleh Bapak Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kedutaan Republik Indonesia Kuala Lumpur, Herman Prayitno. [Yusri Razali]
Share on Google Plus

About KNPI ACEH

Dikelola oleh Staf Sekretariat DPD KNPI Aceh | Alamat : Jl. T Hasan Dek No.166 Jambo Tape Banda Aceh | Email : dpdknpiaceh@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar