KNPIACEH.org | Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh sangat menyayangkan kerusuhan diterjadi
di Gedung Kehormatan Rakyat, mereka hanya memikirkan kepentingan jabatan dari
segelintir orang, hal ini disampaikan Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin M.Jamil,
Selasa, (9/12/2014).
“Kami sangat menyayangkan
sikap Anggota DPRA seperti kanak-kanak yang berantem dihadapan publik, pada
intinya mereka lebih mementingkan egonya sendiri dan kelompoknya dari pada
memikirkan kepentingan umum, padahal mereka dipilih dan digaji oleh rakyat”.
Anggota DPRA harus bisa
memanfaatkan waktu dan jabatan untuk memikirkan kepentingan dan kesejahteraan
rakyat, jabatan adalah amanah, ini harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah
dan juga dihadapan rakyat.
Ini baru lembaran awal, anggota
DPRA sudah mempertontonkan sikap yang tidak elok depan rakyat, bagaimana
kedepan? Tutur Jamal.
Kami berharap Anggota DPR
Aceh harus mengoptimalkan fungsinya sebagai legislasi, anggaran dan pengawasan.
Hal yang harus segera
diperhatikan oleh DPRA adalah permasalahan turunan UUPA yang belum selesai, ini
harus diperjuangkan dengan segala argumentasinya, bukan mempertontonkan hal-hal
yang tidak baik dihadapan rakyat.
Perlu diingat dana outsus
Aceh lebih kurang 150 T, kalau dana ini tidak baik diawasi oleh DPR, kita
khawatirkan dana ini digunakan bukan untuk kesejahteraan rakyat.
Jamal juga mengharapkan,
seluruh kemampuan anggota DPR Aceh dikerahkan untuk memikirkan kepentingan
rakyat, karena rakyat sudah mengamahankan itu pada para Anggota Dewan.
Namun demikian, KNPI Aceh
tetap optimis Anggota DPR Aceh, bisa menyelesaikan permasalah ini semua, dan
insyaAllah bisa berperan secara maksimal dalam mensejahterakan rakyat. [Yusri Razali]

0 komentar:
Posting Komentar