KNPIACEH.org | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, melakukan pertemuan dengan Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Ghazali Abbas Adan di Banda Aceh, Jum’at, (28/11/2014). Dalam pertemuan tersebut juga hadir MaTa dan YARA.
Dalam kesempatan
itu, Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin, ST, mengatakan merasa kecewa dengan ulah
sejumlah Kepala Dinas yang sering bermain dalam pengerjaan proyek-proyek
pembangunan Aceh.
“Bapak boleh
lihat, rata-rata orang kaya di Aceh ini hampir 70 persennya itu adalah PNS yang
memiliki jabatan setingkat kepala dinas, sedangkan 30 persen lagi hanya diisi
oleh pengusaha dan sebagianya,” ungkap Jamaluddin di hadapan Ghazali Abbas
Adan.
Fenomena tersebut,
kata Jamaluddin, tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Aceh yang jauh dari
kesejahteraan. Sehingga, perlu dilakukan pengkajian dan ditindaklanjuti oktum
pejabat yang masih melakukan permainan-permainan curang.
“Penyebab
selalu silpa di Aceh, karena sejumlah kepala dinas mengerjakan pekerjaan
pembangunan bersama antek-anteknya sendiri, sehingga yang kaya akan menjadi
kaya dan yang miskin semakin miskin,” tegas Jamaluddin dengan nada yang tinggi.
Selain itu,
Jamaluddin juga berharap kepada pemerintah agar bisa mengelola dana otsus
dengan tepat dan bisa dirasakan oleh masyarakat secara jangka panjang.
“Janganlah,
seperti membeli garam digunakan untuk laut, ini tidak bermanfaat,” cetusnya.
Menurutnya,
disisa waktu sebelum dana otsus tersebut berakhir, masyarakat harus merasakan
dampak dana otsus tersebut, seperti menganggarkan dana yang sifatnya membangun
industri, memberi bekal dan sejumlah pelatihan yang sifatnya jangka panjang.

0 komentar:
Posting Komentar