KNPIACEH.org | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh, menggelar pertunjukkan musik dan diskusi tentang "Eksistensi Musik Tradisi Aceh serta Perkembangan Industri Musik di Aceh," pada hari senin 22 Desember 2014 di Plenary Hall Universitas U'budiyah (UUI) Banda Aceh.
Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin, ST, dalam sambutannya mengatakan peminat musik tradisi Aceh saat ini masih sangat minim, oleh karena itu KNPI Aceh telah menyiapkan program untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Untuk tahun 2015 setiap Sabtu malam kita akan melaksanakan pagelaran seni musik tradisional Aceh,” Ujar Jamaluddin.
KNPI Aceh juga merencanakan, setiap bus di Aceh terutama bus pemerintahan harus memutarkan musik akustik Aceh demi melestarikan musik tradisi Aceh di masa mendatang.
“Kita pikir ini sebuah langkah untuk menyelamatkan musik Aceh dan untuk menarik peminat musik Aceh,” katanya.
Selain itu kata Jamaluddin, setiap pesawat dengan rute dari Aceh juga akan diusahakan adanya pemutaran musik khas Aceh. Menurutnya, ini merupakan langkah jitu dalam mempromosikan musik Aceh.
“Kita target semua pesawat yang rute dari Aceh akan kita minta adanya pemutaran musik Aceh, ke depan akan kita usahakan ini sebuah kewajiban bagi manajemen pesawat untuk memutar musik Aceh,” kata Jamaluddin.
Ia juga berharap pemerintah memberi perhatian lebih untuk pemuda, terutama bagi pelaku seni muda Aceh.
“Seniman Aceh perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah, apalagi pemuda yang ingin mengembangkan bakatnya dalam bermusik khas Aceh,”
Ketua Panitia, Ahmad Ricky Soehady, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi KNPI Aceh sebagai lokomotif pemuda, bahwa perlu dilaksanakan program-program guna memfasilitasi pemuda pelestarian kesenian Aceh.
Pertunjukkan Music Tradisi Aceh bukan hanya sebagai ajang kreativitas seni dan budaya, tetapi kegiatan ini juga bertujuan mewujudkan harmonisasi, aktualisasi, serta memberi motivasi kepeloporan kepemudaan dalam bidang kesenian dan nantinya tentu akan menumbuhkan kemandiriaan industri music itu sendiri. Ujar Ricky
0 komentar:
Posting Komentar