![]() |
KNPIACEH.org | Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. Aceh Utara, Anwar Puteh, meminta Muhammad Thaib, Bupati untuk segera
memberikan teguran keras kepada Kadis Kesehatan terkait tingginya angka
kematian ibu dan bayi sepanjang Januari-September 2014 yang telah mencapai 95
orangbayi dan 22 ibu melahirkan.
Untuk mengantisipasi tingginya
angka kematian ibu dan bayi, Kadis Kesehatan Aceh Utara harus memaksimalkan
fungsi para bidan yang bertugas di pedesaan, seperti memastikankalau para bidan
benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik seperti berkunjung ke rumah ibu
hamil, dan membuka posyandu.
“Jika tugas tersebut telah
dilakukan maksimal, namun angka kematian ibu dan bayi tetap tinggi, hal
tersebut diluar kemampuan manusia,” papar Anwar Puteh.
Yang paling penting pelayanan
para bidan kepada ibu hamil harus dilakukan maksimal. Begitu juga dengan pihak
keluarga dari ibu hamil yang bersangkutan agar mendukung tindakan para bidan.
Bukan hanya itu, para bidan juga
harus memantau gizi ibu hamil agar bayi yang dilahirkan memiliki berat badan
yang tidak rendah. Selain itu, para bidan juga harus memberikan berbagai
informasi tentang apa-apa saja yang tidak dapat dikonsumsi para ibu selama
kehamilannya. Ini menjadi penting agar saat proses melahirkan tidak terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, Bupati Aceh Utara
juga harus segera menempatkan para bidan di 852 desa dalam 20 kecamatan. Pasalnya,
sampai saat ini baru tersedia 657 bidan. Itu artinya terjadi kekurangan 195
bidan desa. Jika kekurangan ini tidak segera dipenuhi, maka dikhawatirkan angka
kematian ibu dan bayi akan semakin tinggi kedepan. [Waspada/b18]

0 komentar:
Posting Komentar