KNPIACEH.org | Komite Nasiona Pemuda Indonesia (KNPI)
Aceh menggelar dialog pendidikan dengan mengangkat tema “Menyongsong Pendidikan
Aceh Yang Gemilang”, di Gedung Pemuda Aceh, Senin (7/7/2014).
Pada dialog pendidikan tersebut tampil
sebagai pemateri Kadis Pendidikan Aceh, Anas M. Adam, Ketua PGRI Aceh,
Ramli Rasyid, Wakil Ketua MPD Salman Ishak, dan pakar dari Unsyiah Dr Sofyan A
Gani dan Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin, serta Sekretaris KNPI Aceh, Nurchalis
sebagai moderator.
Kegiatan dialog pendidikan yang digelar
oleh KNPI tersebut dirangkai dengan buka puasa bersama dan menyantuni sebanyak
20 anak yatim, pada acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Ketua DPR Aceh, Hasbi Abdulah, Kapolda
Aceh,Irjen Pol Husein Hamidi, para kepala SKPA, keluarga besar KNPI Aceh,
OKP, serta tokoh-tokoh pemuda yang ada di Aceh.
Dialog Pendidikan ini dibuka langsung oleh Asisten III Pemerintah Aceh,
Muzakkar, SH, dalam sambutannya dia mengatakan dialog pendidikan ini dapat
menjadi momentum dan ajang evaluasi terhadap kinerja dan mutu pendidikan Aceh.
“Kita harus mendorong agar MPD dan Dinas Pendidikan Aceh segera
melakukan gerak cepat untuk menjalankan langkah-langkah progresif di bidang
pendidikan, sehingga impian kita menjadi Aceh sebagai salah satu pusat
pendidikan di Indonesia tidak hanya sekedar retorika, tapi benar-benar nyata.
Untuk itu, saatnya kita bergerak bersama-sama agar kita mampu membuktikan bahwa
pendidikan Aceh punya kualitas sebagaimana keistimewaan yang kita miliki”.
Tegas Muzakkar.
Ketua KNPI Aceh, Jamaluddin, menyebut
kurangnya prestasi yang dicapai siswa di Aceh, memerlukan kebijakan Pemerintah
Aceh seperti pengelolaan pendidikan harus diambil alih oleh provinsi dan
penempatan kepala dinas pendidikan kabupaten/ kota serta penempatan kepala
sekolah harus profesional sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan
kemampuannya.
“Jangan ada lagi Bupati/ Walikota
menempatkan kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah karena ada hubungan
kedekatan, kalau hal ini tidak segera direformasi kualitas pendidikan kita
terus anjlok”, tutur Jamal.
Kadis Pendidikan Aceh, Anas M. Adam,
dalam dialog tersebut mengatakan, mutu pendidikan itu sangat tergantung pada
mutu guru, oleh karena itu Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan sekarang
ini lebih memfokuskan pembinaan guru/ sertifikasi guru, supaya kedepan
kualitas/ mutu pendidikan Aceh akan lebih baik sebagaimana yang diharapkan.
Ketua PGRI Aceh, Ramli Rassyid,
menambahkan apa yang disampaikan oleh Anas M. Adam, tidak hanya guru yang
berperan untuk memperbaiki mutu pendidikan, tapi juga peran orang tua dan
lingkungan sangat diperlukan.
Ramli Rasyid juga menegaskan, Haram
Ujian Nasional (UN) menjadi patokan standar kelulusan siswa.
Menurutnya, yang bisa dijadikan standar
pendidikan adalah dilihat dari berapa banyak siswa SMA atau MA yang masuk dan
lulus di perguruan tinggi. Sementara siswa dari SMK diukur seberapa banyak
siswa itu mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jurusannya. Ujar Ramli Rasyid. [Yusri Razali]


0 komentar:
Posting Komentar