BANDA ACEH | Provinsi Aceh dipastikan gagal menjadi tuan rumah Pekan
Olahraga Nasional (PON) 2020. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah
menetapkan Provinsi Papua penyelenggara ajang multi event empat tahunan itu.
Papua terpilih mengalahkan Aceh dan Bali yang juga menjadi
kandidat penyelenggaraan tuan rumah pesta olahraga terbesar di Indonesia itu.
Aceh, Papua, dan Bali sebelumnya lolos tiga besar dalam Rapat Anggota Tahunan
pada awal Maret lalu.
Penunjukkan Papua sebagai tuan rumah PON ditetapkan dalam
Keputusan Menpora nomor 110 tahun 2014. "Pertimbangan kami memilih Papua
adalah selain regulasi dari PP nomor 17 tahun 2007 tentang penyelenggaraan
PON," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga, Djoko Pekik
Irianto, di Jakarta, Kamis.
Diungkapkan Djoko, Papua terpilih setelah meraih suara
terbanyak dalam Rapat Anggota Tahunan pada awal Maret lalu. Provinsi paling
timur Indonesia itu berhasil mendapatkan 66 suara, sementara Aceh dan Bali
masing-masing mendapat 46 suara.
"Pertimbangan lain, bahwa ada wacana kalau PON selalu
diselenggarakan di Jawa. Maka perkembangan olahraga, infrastruksur olahraga dan
prestasi tidak akan merata ke daerah. Harusnya semua provinsi bahkan yang
terkecil pun bisa jadi tuan rumah PON," terang Djoko.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua II KONI Aceh Teuku Rayuan
Sukma, sedikit terkejut dengan terpilihnya provinsi Papua tuan rumah PON.
"Ini sudah politis sekali hasilnya," ujar dia seakan tak percaya.
Dia menyebutkan, kegagalan Tanah Rencong menjadi
penyelenggara PON adalah kerugian besar bagi Aceh. "Ini kerugian besar
kita dari berbagai sektor, terutama dari pembangunan sarana dan fasilitas
olahraga," tukas mantan Kadispora Aceh ini.
Rayuan membeberkan, sinyal akan terpilihnya Papua sudah
terdengar pada Rapat Anggota Tahunan awal Maret lalu. "Saat itu, Menpora
dalam pidatonya sudah memberi sinyal dengan menyebutkan tanpa Papua buka
Indonesia," urainya.
Kata dia, dengan sudah terpilihnya Papua, maka akan berat
harapan Aceh untuk menjadi calon tuan rumah pada tahun-tahun mendatang.
"Sebab untuk lolos tiga besar saja sangat berat, maka peluang Aceh untuk
maju lagi ke depan juga bakal lebih berat," sebut Rayuan.
Seperti diketahui, PON merupakan acara olahraga terbesar di
Indonesia yang dilangsungkan empat tahun sekali. Pada PON XVIII/2012 di Riau,
Provinsi DKI Jakarta menjadi juara umum dengan raihan 110 medali emas, 101
perak, dan 112 perunggu. (Waspada.co.id)
Editor: Austin Antariksa
Editor: Austin Antariksa

0 komentar:
Posting Komentar