“Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka
hendaklah dia mencegah dengan tangannya, sekiranya dia tidak mampu, maka dengan
lisannya, dan sekiranya dia tidak mampu (juga), maka dengan hatinya. Yang
demikian itu adalah selemah-lemah keimanan.” (Hadist Riwayat Imam Muslim dalam
Sahihnya dari hadis Abu Said r.a).
Kenapa Harus Pemuda?
Soekarno
mengatakan: “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah
dunia.”
“Mengapa harus pemuda?” pertanyaan untuk
siapakah ini? Apakah pertanyaan ini untuk para orang-orang yang sudah tua? Ya
tentu tidak melainkan pertanyaan ini
adalah untuk para pemuda di seluruh negara bahkan di dunia.
Pertanyaan
ini terkadang dianggap sepele untuk kalangan pemuda, didalam pertanyaan ini
terkandung banyak makna yang menharuskan pemuda itu berpikir lebih jauh
kedepan. “ mengapa harus pemuda?” ya jawabannya adalah memang harus pemuda ,
pemuda yang harus meneruskan cita-cita bangsa , pemuda yang harus menduduki
bangku pemerintahan nanti , dan pemuda nanti yang harus menjadi agen-agen
perubahan bangsa ini.
Konteks
pertanyaan ini seakan sederhana tetapi memiliki banyak makna yang tersirat
didalamnya .Pemuda adalah generasi penerus bangsa nantinya , tidak selamanya
orang-orang tua yang memimpin , pastinya akan digantikan dengan golongan pemuda
nantinya.
Adapun
dari sisi karakter, pemuda adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Hasan Al-Banna: “Sesungguhnya sebuah
pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya,
ikhlas dalam berjuang di jalannya, semangat dalam merealisasikannya, dan
kesiapan untuk beramal serta berkorban dalam mewujudkannya. Keempat rukun ini,
yakni iman, ikhlas, semangat, dan amal (serta pengorbanan) merupakan karakter
yang melekat pada pemuda.
Karena
sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan
adalah hati yang bertakwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan
dasar amal (dan pengorbanan) adalah kemauan yang kuat. Hal itu semua tidak
terdapat kecuali pada diri pemuda.”
Sudah
jelas bukan didalam hadits dan pemikiran pun sudah jelas bahwa pemuda itu
sangat dibutuhkan dalam setiap kondisi apapun , didalam Al-Quran pun nama pemuda
pun juga disinggung-singgung, “ Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda- pemuda
yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (
Al-Kahfi: 13).
Betapa hebatnya seorang pemuda. Dengan semangat dan rasa ingin
mencobanya yang tinggi membuat seorang pemuda takkan pernah jera mengalami
berbagai macam kegagalan sekalipun.
Mungkin disaat ini, sosok pemuda tidaklah harus berperang
melawan menjajah atau pun berontak dengan langsung angkat sejata ketika negara
yang kita cintai dilecehkan.
Banyak tokoh pemuda yang sangat bisa kita jadikan panutan.
Selama ini mungkin saja kita kerap dibuat bosan dengan tingkah para orang tua
yang sudah sangat dewasa, dimana dewasa dalam hal ini adalah seharusnya sudah
bisa membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk. Mana yang merusak dan mana
yang membangun.
Sungguh rasanya sudah muak kita mendengar cerita - cerita yang
diperankan oleh para tokoh politik yang notabennya sudah sangat tidak pantas
jika harus disebut seorang orang yang tidak bisa membedakan baik dan buruk.
Lihatlah betapa santainya para pemimpin di republik ini bahkan
mereka kerap sekali tersenyum bebas tertawa lepas meskipun sudah tertangkap
basah melakukan korupsi, meskipun mereka tahu betapa sangat biadapnya tindak
laku korupsi itu. Kalau sudah begini, siapakah yang panas menjadi panutan?.
Pemuda dan Pemilu
2014
Menghadapi
pemilu legislatif yang akan diselenggarakan 9 April 2014 nanti, pemuda harus
mengambil peran penting dalam pesta demokrasi tersebut, pemuda harus
menyampaikan kebenaran kepada masyarakat, karena ditangan pemudalah bangsa ini
berada. Kenapa harus pemuda? Karena pemilih pemuda mencapai 50% lebih.
“9
April 2014 nanti, hari yang akan menentukan baik atau buruknya Indonesia lima
tahun kedepan”.
Disini
pemuda dituntut untuk memilih calon-calon pemimpin (Calon Legislatif) yang
berilmu pengetahuan, berakhlak mulia, jujur dan amanah. Memilih pemimpin
seperti kriteria yang telah penulis sebutkan berarti kita sudah “mencegah kemungkaran dengan tangannya”
sebagaimana hadist Rasullah pada awal tulisan ini.
Dewan
Perwakin Rakyat (DPR) paling sedikit ada tiga fungsi, yaitu: Fungsi
Legislasi (membuat dan mengsahkan undang-undang), Fungsi Anggaran (mengalokasi
penggunaan anggaran Negara) dan Fungsi Pengawasan.
Jadi, apabila pemuda tidak memilih (Golput) dalam pemilu 9 April
nanti, atau memilih pemimpin yang tidak baik, berarti sama juga kita mendukung
kemungkaran yang akan dilakukan oleh parlemen nanti dan kita tunggu bangsa ini
akan bertambah hancur, azab Allah akan segera datang, karena Negeri ini
dipimpin oleh pemimpin yang zallim, Nauzubillah. []
Penulis:
Yusri
Razali, S.Pd.I (Wakil Sekretaris KNPI
Aceh)

0 komentar:
Posting Komentar