9 April 2014 “Bangsa ini di Tangan Pemuda”

“Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia mencegah dengan tangannya, sekiranya dia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan sekiranya dia tidak mampu (juga), maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah keimanan.” (Hadist Riwayat Imam Muslim dalam Sahihnya dari hadis Abu Said r.a). 

Kenapa Harus Pemuda?

Soekarno mengatakan: “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah
dunia.”

 “Mengapa harus pemuda?” pertanyaan untuk siapakah ini? Apakah pertanyaan ini untuk para orang-orang yang sudah tua? Ya tentu tidak melainkan  pertanyaan ini adalah untuk para pemuda di seluruh negara bahkan di dunia.

Pertanyaan ini terkadang dianggap sepele untuk kalangan pemuda, didalam pertanyaan ini terkandung banyak makna yang menharuskan pemuda itu berpikir lebih jauh kedepan. “ mengapa harus pemuda?” ya jawabannya adalah memang harus pemuda , pemuda yang harus meneruskan cita-cita bangsa , pemuda yang harus menduduki bangku pemerintahan nanti , dan pemuda nanti yang harus menjadi agen-agen perubahan bangsa ini.

Konteks pertanyaan ini seakan sederhana tetapi memiliki banyak makna yang tersirat didalamnya .Pemuda adalah generasi penerus bangsa nantinya , tidak selamanya orang-orang tua yang memimpin , pastinya akan digantikan dengan golongan pemuda nantinya.

Adapun dari sisi karakter, pemuda adalah sebagaimana yang dikatakan  oleh Imam Hasan Al-Banna: “Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal serta berkorban dalam mewujudkannya. Keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dan amal (serta pengorbanan) merupakan karakter yang melekat pada pemuda.

Karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertakwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal (dan pengorbanan) adalah kemauan yang kuat. Hal itu semua tidak terdapat kecuali pada diri pemuda.”

Sudah jelas bukan didalam hadits dan pemikiran pun sudah jelas bahwa pemuda itu sangat dibutuhkan dalam setiap kondisi apapun , didalam Al-Quran pun nama pemuda pun juga disinggung-singgung, “ Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda- pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” ( Al-Kahfi: 13).

Betapa hebatnya seorang pemuda. Dengan semangat dan rasa ingin mencobanya yang tinggi membuat seorang pemuda takkan pernah jera mengalami berbagai macam kegagalan sekalipun.

Mungkin disaat ini, sosok pemuda tidaklah harus berperang melawan menjajah atau pun berontak dengan langsung angkat sejata ketika negara yang kita cintai dilecehkan.

Banyak tokoh pemuda yang sangat bisa kita jadikan panutan. Selama ini mungkin saja kita kerap dibuat bosan dengan tingkah para orang tua yang sudah sangat dewasa, dimana dewasa dalam hal ini adalah seharusnya sudah bisa membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk. Mana yang merusak dan mana yang membangun.

Sungguh rasanya sudah muak kita mendengar cerita - cerita yang diperankan oleh para tokoh politik yang notabennya sudah sangat tidak pantas jika harus disebut seorang orang yang tidak bisa membedakan baik dan buruk.
Lihatlah betapa santainya para pemimpin di republik ini bahkan mereka kerap sekali tersenyum bebas tertawa lepas meskipun sudah tertangkap basah melakukan korupsi, meskipun mereka tahu betapa sangat biadapnya tindak laku korupsi itu. Kalau sudah begini, siapakah yang panas menjadi panutan?.

Pemuda dan Pemilu 2014

Menghadapi pemilu legislatif yang akan diselenggarakan 9 April 2014 nanti, pemuda harus mengambil peran penting dalam pesta demokrasi tersebut, pemuda harus menyampaikan kebenaran kepada masyarakat, karena ditangan pemudalah bangsa ini berada. Kenapa harus pemuda? Karena pemilih pemuda mencapai 50% lebih.

“9 April 2014 nanti, hari yang akan menentukan baik atau buruknya Indonesia lima tahun kedepan”.

Disini pemuda dituntut untuk memilih calon-calon pemimpin (Calon Legislatif) yang berilmu pengetahuan, berakhlak mulia, jujur dan amanah. Memilih pemimpin seperti kriteria yang telah penulis sebutkan berarti kita sudah “mencegah kemungkaran dengan tangannya” sebagaimana hadist Rasullah pada awal tulisan ini.

Dewan Perwakin Rakyat (DPR) paling sedikit ada tiga fungsi,  yaitu: Fungsi Legislasi (membuat dan mengsahkan undang-undang), Fungsi Anggaran (mengalokasi penggunaan anggaran Negara) dan Fungsi Pengawasan.

Jadi, apabila pemuda tidak memilih (Golput) dalam pemilu 9 April nanti, atau memilih pemimpin yang tidak baik, berarti sama juga kita mendukung kemungkaran yang akan dilakukan oleh parlemen nanti dan kita tunggu bangsa ini akan bertambah hancur, azab Allah akan segera datang, karena Negeri ini dipimpin oleh pemimpin yang zallim, Nauzubillah. []

Penulis:

Yusri Razali, S.Pd.I  (Wakil Sekretaris KNPI Aceh)
Share on Google Plus

About KNPI ACEH

Dikelola oleh Staf Sekretariat DPD KNPI Aceh | Alamat : Jl. T Hasan Dek No.166 Jambo Tape Banda Aceh | Email : dpdknpiaceh@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar