BANDA ACEH | Penerapan ASEAN Economic Community (AEC) yang akan dimulai pada 31 Desember 2015 bakal menjadi babak baru bagi pengembangan perekonomian Indonesia. Aceh sebagai bagian dari stakeholder penting dalam implementasi AEC di Tanah Air, harus mempersiapkan diri mengadapi persiangan global tersebut.
“Dalam skala nasional, Pemerintah Pusat sedang melakukan
berbagai upaya strategis untuk melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam
memahami dan menghadapi implementasi AEC. Kami harap Pemerintah Aceh juga dapat
melakukan hal yang sama untuk memperkuat upaya proteksi terhadap potensi dan
produk lokal,” kata anggota DPR RI, M Ali Yakob, dalam pernyataan tertulisanya
kepada Serambi, Rabu (19/3).
Pada dasarnya, lanjut dia, penerapan AEC akan menunjang
perluasan integrasi ekonomi regional dalam kawasan ASEAN. AEC sendiri
dideklarasikan untuk mempercepat realisasi kawasan yang stabil, sejahtera, dan
berdaya saing tinggi dengan memanfaatkan liberalisasi perdagangan.
Di satu sisi diperkirakan, penerapan AEC cukup positif
menunjang pengembangan perekonomian Indonesia. “Namun kalau pemerintah daerah
tidak ikut serta secara aktif melibatkan masyarakat untuk menghadapi AEC, hal
itu juga akan menjadi boomerang. Karenanya mau tidak mau kita harus
mempersiapkan para nelayan kita untuk menghadapi AEC 2015,” tandasnya.
Impementasi AEC akan mempengaruhi semua sektor
perekonomian masyarakat. Aceh sebagai daerah agraris dan lumbung pangan
nasional memiliki tiga sektor utama yang memerlukan pemroteksian ganda dari
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sendiri. Ketiga hal itu meliputi pertanian
dan perkebunan, kelautan, dan UMKM dengan sejumlah produk ekspornya.
“Karena itu kalangan nelayan, para petani dan pelaku UMKM
di Aceh juga perlu diingatkan untuk menghadapi AEC 2015. Apalagi diketahui saat
ini, pengelolaan pertanian, perkebunan, dan kelautan di Aceh pada umumnya belum
optimal menggunakan peralatan berteknologi. Kondisi ini mengakibatkan
terbatasnya nilai produksi di setor-sektor tersebut, dan akan menjadi ancaman
tersendiri karena produk-produk sejumlah negara tetangga memiliki kuantitas dan
kualitas yang tinggi,” jelas Ali Yacob.(yos)
(Sumber : Serambinews.com)

0 komentar:
Posting Komentar