![]() |
| Foto Bersama Wagub Aceh, Muzakir Manaf saat Pembukaan Pelatihan Konstruksi Bangunan Bagi Pemuda di Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Selasa, 4/2/2014. |
Kegiatan yang
akan berlangsung selama 25 hari tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, tadi pagi, Selasa (04/2). Turut hadir, Dekan
Fakultas Teknik Unsyiah Banda Aceh, Ketua Jurusan Teknik Sipil Unsyiah, Kadis
Pendidikan Aceh Anas M Adam, Ketua KNPI Aceh Jamaluddin, ST, Wanda Monic GIZ
German, Dinas Tenaga Kerja Aceh, Dinas Bina Marga Aceh, Pembina Jasa Konstruksi
Aceh, Perwakilan Asosiasi dan Perwakilan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
Aceh.
Ketua KNPI
Aceh, Jamaluddin, ST dalam sambutannya mengatakan, Pelatihan Pelaksana Lapangan
Pekerjaan Jalan berlangsung mulai tanggal 3 – 8 Februari, sedangkan Pelatihan
Tukang Bidang Konstruksi Tingkat Pemula mulai tanggal 3 – 27 Februari 2014
dengan total peserta 200 orang. “Pelatihan digelar bertahap, untuk perdana 40
peserta dulu,” ujarnya.
Pelatihan yang
digelar tersebut menggunakan SKKNI dan Modul Pelatihan/Bimtek berbasis
kompetensi sehingga memiliki sertifikasi tenaga kerja terampil yang dikeluarkan
oelh USTKA/A dan LPJK Provinsi sebagai mana diatur oleh UU 18/1999 dan PP 28
dan PP 30 tahun 2010.
“Pertumbuhan
tenaga kerja di bidang konstruksi baik pada tingkat nasional maupun regional
sangat signifikan, namun jika dikaitkan dengan kualifikasi tenaga konstruksi di
Aceh hanya sebagian kecil yang memiliki keterampilan yang dilegitimasi dengan
sertifikasi, sesuai UU No 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi,” kata Jamal.
Jamaluddin
menambahkan, saat ini peluang dalam menyerap tenaga kerja terbuka lebar di
sektor jasa konstruksi, namun sangat menyedihkan, pemuda Aceh masih belum
memenuhi sertifikasi. Untuk itulah, kata Jamal, pembinaan dan pelatihan bagi
tenaga kerja konstruksi secara berkelanjutan sangat di harapkan.
“Sehingga
nantinya tenaga kerja Aceh tidak menjadi penonton di negerinya sendiri,”
ujarnya.
Lebih lanjut
Jamaluddin mengutarakan, pelatihan ini sangat penting, mengingat kebutuhan akan
tenaga terampil di bidang konstruksi dan pembangunan jalan di Aceh sangat
tinggi. Untuk tahun 2014 saja ada ribuan proyek konstruksi dan jalan raya yang
ditangani, baik secara nasional, provinsi maupun tingkat kabupaten/kota di
Aceh. Kesemua itu tentu membutuhkan tenaga terampil dan sudah bersertifikasi.
“Ironisnya
ketergantungan Aceh terhadap tenaga dari luar masih cukup tinggi. Makanya
jangan heran jika untuk proyek konstruksi dan pengerjaan jalan di Aceh ini,
masih harus mendatangkan tenaga kerja dari luar. Sementara anak-anak muda Aceh
hanya sebagai penonton, karena tidak punya keahlian di bidang itu,” jelasnya.
Hal seperti
ini, tambah Jamal, tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Oleh sebab itu, upaya
memberikan keterampilan kepada anak muda Aceh melalui program pelatihan tenaga
kerja akan terus diupayakan.
Dikatakan
Jamaluddin, Gubernur dan Wagub Aceh dalam satu kesempatan pernah ‘meminta’ KNPI
untuk melahirkan dan menciptakan lapangan kerja baru di Aceh namun pihaknya
akan menjawab tantangan tersebut dengan menyiapkan SDM yang terampil, handal
dan inovatif terlebih dahulu.
“Memang kita
belum kearah itu, tapi hari ini kita sedang menuju kesana, yaitu dengan
menyiapkan dulu SDM yang terampil dan profesional selanjutkan peluang-peluang
yang ada akan kita rebut,” tegasnya.
Jamal juga
berharap, peserta pelatihan pelaksana pekerjaan jalan, dan tukang pemula dapat
memanfaatkan kesempatan pelatihan sebaik mungkin sehingga pengetahuan yang
mereka peroleh dapat meningkatkan kompetensi, sekaligus dapat melakukan proses
assesment ke unit sertifikasi tenaga kerja yang ada di Aceh. [Yusri Razali]

0 komentar:
Posting Komentar